IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Mas Jarwo
Admin


Jumlah posting : 9
Join date : 28.03.11
Age : 35

PostSubyek: Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)   Mon 28 Mar 2011, 12:20 pm

Tentang IAI


Ikatan Arsitek Indonesia adalah anggota dari:

  • The International Union of Architects (Union Internationale de Architectes - UIA)
  • Architects Regional Council ASIA (ARCASIA)
  • Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi

Oleh karena itu, peraturan dan pedoman yang dimiliki oleh IAI sangat
berhubungan dengan organisasi-organisasi di atas untuk mencapai standar
keprofesian yang telah ditentukan.
Sejarah IAI


IAI didirikan secara resmi pada tanggal 17 September 1959 di
Bandung. Kini di usianya yang ke-48, IAI telah beranggotakan lebih dari
11.000 arsitek yang terdaftar melalui 27 kepengurusan daerah dan 2
kepengurusan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan
kepengurusan daerah termuda di Nusa Tenggara Timur yang dideklarasikan
pada tanggal 27 Oktober 2007 lalu.

IAI aktif dalam kegiatan
internasional melalui keanggotaannya di ARCASIA (Architects Regional
Council of Asia) sejak tahun 1972 dan di UIA (Union Internationale des
Architectes) sejak tahun 1974, serta AAPH (Asean Association Planning
and Housing) di mana IAI merupakan salah satu pendirinya.
Di dalam
negeri pun selain bermitra dengan pemerintah, IAI tetap aktif bergaul
dengan asosiasi profesi lain, seperti melalui keanggotaan dalam Lembaga
Pegembangan Jasa Konstruksi dan Forum Asosiasi Profesi Jasa Konstruksi.

SEJARAH PEMBENTUKAN IAI
Di
penghujung tahun 50-an dikeluarkan instruksi membentuk gabungan
perusahaan sejenis yang dimaksudkan selain untuk memudahkan komunikasi
antara pemerintah dengan dunia pengusaha, juga diharapkan dapat
menentukan suatu standar kerja bagi para pelakunya. Dengan begitu, dapat
dipastikan bahwa pemerintah sebagai pemberi tugas paling besar pada
masa itu, dapat memastikan perolehan barang dan jasa yang bermutu.
Penataan
di bidang usaha perencanaan dan pelaksanaan pembangunan fisik
diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Pada bulan April 1959,
menteri mengadakan suatu konferensi nasional di Jakarta untuk membentuk
Gabungan Perusahaan Perencanaan dan Pelaksanaan Nasional (GAPERNAS).
Konferensi ini dihadiri oleh beberapa arsitek, baik tua maupun muda
(baru lulus) dari berbagai lingkup kegiatan.

Dalam konferensi
tersebut, para arsitek yang mewakili bidang perancangan merasa sangat
tidak puas karena mereka berpendapat bahwa kedudukan perencanaan dan perancangan tidaklah sama dan tidak juga setara dengan pelaksanaan.
Pekerjaan perancangan berada di dalam lingkup kegiatan profesional
(konsultan), yang mencakupi tanggung jawab moral dan kehormatan
perorangan yang terlibat, karena itu tidak semata-mata berorientasi
sebagai usaha yang mengejar laba (profit oriented). Sebaliknya pekerjaan
pelaksanaan (kontraktor) cenderung bersifat bisnis komersial, yang
keberhasilannya diukur dengan besarnya laba. Lagi pula tanggung jawabnya
secara yuridis/formal bersifat kelembagaan atau badan hukum, bukan
perorangan, serta terbatas pada sisi finansial saja.

Waktu itu,
Ir. Soehartono Soesilo yang mewakili biro arsitektur PT Budaya dan Ars.
F. Silaban tidak bisa berbuat apa-apa. Ketidakpuasan mereka terpendam
dalam hati, akan tetapi justru pertemuan dan ketidakpuasan itulah yang
kemudian memicu lahirnya organisasi profesi bagi para arsitek Indonesia.
Di gedung Harmonie Jakarta itulah mereka sepakat berbagi tugas untuk
mengadakan pertemuan lagi dengan mengajak rekan-rekan arsitek lainnya.
Ars. F. Silaban akan menghubungi para arsitek senior, sedangkan Ir.
Soehartono Soesilo akan menggalang para arsitek muda lulusan ITB yang
hingga tahun 1958 itu telah meluluskan 17 orang arsitek muda.

Ars.
F. Silaban adalah seorang arsitek otodidak; pendidikan formalnya hanya
setingkat STM, tetapi ketekunannya membuahkan beberapa kemenangan
sayembara perancangan arsitektur, sehingga dunia profesi pun mengakuinya
sebagai arsitek. Pada waktu itu dia masih menjabat sebagai Kepala
Pekerjaan Umum Bogor. Di samping jabatannya itu, dia pun berpraktik
sebagai arsitek, dan telah memenangkan sayembara Gerbang Taman Makam
Pahlawan Kalibata (1953) dan perancangan Mesjid Istiqlal (1954), dan
sedang mengerjakan beberapa gedung milik Bank Indonesia di Jakarta.

Soehartono
Soesilo lulus dari ITB tahun 1958 dan langsung bekerja di biro arsitek
Budaya di Bandung yang didirikan oleh ayahnya, Ars. M. Soesilo. Selama
revolusi kemerdekaan, dia bergabung dalam Polisi Tentara (CPM) di
Resimen Tangerang dan setelah penyerahan kedaulatan, dia kembali
melanjutkan sekolah. Ketika masih mahasiswa tahun pertama, dia
memrakarsai pendirian Ikatan Mahasiswa Arsitektur “Gunadharma” dan
menjadi ketua pertamanya. Jelaslah, walaupun masih muda, tetapi
kesadaran profesionalnya sudah matang.
Akhir kerja keras dua pelopor
ini bermuara pada pertemuan besar pertama para arsitek dua generasi di
Bandung pada tanggal 16 dan 17 September 1959. Pertemuan ini dihadiri 21
orang, tiga orang arsitek senior, yaitu: Ars. F. Silaban, Ars. Mohammad
Soesilo, Ars. Lim Bwan Tjie dan 18 orang arsitek muda lulusan pertama
Jurusan Arsitektur ITB tahun 1958 dan 1959.

Pertemuan pertama
diadakan di jalan Wastukancana, di rumah saudara Ars. Lim Bwan Tjie di
seberang pompa bensin Wastukancana, ini dilakukan sebagai penghormatan
kepada beliau, arsitek paling senior. Menjelang malam kedua, tanggal 17
September, pertemuan dipindah ke rumah makan Dago Theehuis (sekarang
Taman Budaya Jawa Barat) di Bandung utara agar suasananya lebih netral.
Dalam kedua pertemuan tersebut dirumuskan tujuan, cita-cita, konsep
Anggaran Dasar dan dasar-dasar pendirian persatuan arsitek murni,
sebagai yang tertuang dalam dokumen pendiriannya, “Menuju Dunia
Arsitektur Indonesia yang Sehat”.

Pada malam yang bersejarah itu
resmi berdiri satu-satunya lembaga tertinggi dalam dunia arsitektur
profesional Indonesia dengan nama: Ikatan Arsitek Indonesia disingkat
IAI.

sumber : http://www.iai.or.id/
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ebispro412.indonesianforum.net
 
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Etika Bisnis dan Profesi - AMIK JTC Semarang :: Tugas-tugas :: Tugas I : Professional organizations in the world-
Navigasi: